ads

» » Ya Ampun, Purwadadi Darurat Hipnotis Modus Berkedok Sales

SUBANG, - Beberapa bulan terakhir ini, warga di Lingkungan Desa Wanakerta Kecamatan Purwadadi,  diresahkan  berbagai aksi penipuan.

Pelaku melancarkan aksinya mengelabui korban dengan cara menghipnotis . Modus awalnya menawar-nawarkan berbagai macam jenis barang elektronik layaknya sebagai seorang sales .

Sasaran para pelaku penjahat ini terutama bagi para pedagang dan karyawan perusahaan. Dan sampai saat ini tercatat hingga puluhan korban.

Seperti pengakuan Pedagang toko kelontongan, Anengsih  Dusun Kaliangbawang Desa Wanakerta, ia sangat takut akan maraknya modus penipuan yang dilakukan para penjahat saat ini.

Ia pernah merasakan sendiri , didatangi dua orang tak dikenal turun dari motor.  Modusnya memang dengan menawarkan barang-barang elektronik .

Tetapi,  saat itu juga dirinya sadar dan menolak karena banyak yang sudah menjadi korban tetangga-tetangganya.   Dan kuncinya kata Aneng,  berusaha tak mau memandang kedua mata orang tersebut. Karena,  jika kita memandangnya dipastikan terperangkap aksi mereka.

"Saya takut,  banyak sekali korban hipnotis belakangan ini. Modusnya jadi sales. Hati-hati kepada yang lain takutnya jadi korban selanjutnya, " ungkap
Aneng saat ditemui redaksi lampusatu. com Selasa (7/2).

Menurutnya,  pelaku tak kelihatan seperti penjahat mereka berpenampilan rapih dan sopan. Tetapi itu cara mereka meyakini banyak korbannya.

Seperti contoh korban tetangganya yang belum lama ini terkena hipnotis.  Dan perlu diketahui,  pelaku telah mempelajari dulu seluk beluk korbannya sebelum dijadikan korban.  Bahkan seakan paling tahu semuanya .

"Dia tahu kita mulai dari tempat tinggal,  jumlah anak, dan sebagainya.  Jadi para pelaku ini kayanya sudah memiliki gerombolan. Jadi hati-hati saja, " tegasnya.

"Saya berharap banyaknya perusahaan di Desa Wanakerta,  harusnya keamanan lebih ditingkatkan oleh Pemerintah dan aparat disini. Minimal menggelar sosialisasi himbauan akan maraknya modus hipnotis gaya baru, " tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Cucun pedagang buah-buahan asal Desa Wanakerta,  dirinya kemarin hampir menjadi korban hipnotis.  Sekira pukul 14.00 , dia didatangi dua orang sales berpakiaan rapih dengan menggunakan sepeda motor.

Ketika kedua orang sales tersebut datang menghampirinya memang terkesan sopan, namun ada yang janggal dan timbul kecurigaan karena mereka menawarkan barang elektronik tapi katalognyapun tidak dikeluarkan.

Setelah itu mereka kata Cucun mengarahkan pembicaraan kepada personal / ranah pribadinya. Namun disitu dia ingat akan maraknya hipnotis. Sontak,  mengatakan tidak.

"Akhirnya mereka pergi,  karena saya menolak keras. Dan tidak mengarahkan pandangan kemereka. Kalau saja saya terbuai. Habis sudah uang saya. Karena pas mereka mau naik motor keluar dari toko saya terdengar kalimat dari salah satu pelaku " Ah Gagal"." pungkasnya.  (R1/16)***

Ket. Gambar Ilustrasi

Lampu Satu

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama