ads

» » Nyi Pohaci "Wayang Pare" Pertunjukan Ekstra Unik dan Langka

SUBANG, - Bapak kaulinan budak (Permainan Anak) Indonesia  Dr M Zaini Alif putra asli Kota Subang ,  kembali menuai sorotan berbagai negara dunia, melalui ide dan gagasanya melalui sebuah maha karya Nyi Pohaci Sanghyang Sri "Wawayangan Pare" yang berhasil diselenggarakan Sabtu malam (6/5), di Kampung Bolang,  Desa Wisata,  Kecamatan Tanjung Siang,  Subang.

Pendiri komunitas Hong Jawa Barat ini juga mampu menghipnotis semua masyarakat setempat,  dan para tamu undangan yang hadir mulai dari unsur Pemerintahan setempat,  mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI)  Bandung , beserta para dosennya.

Tak hanya itu,  sejumlah budayawan dan seniman Subangpun turut hadir menyaksikan acara yang super menakjubkan tersebut.

Memadukan budaya seni tradisi dengan kemasan masa kini, melalui panggung Inspirasi arsitektur sunda diwujudkan dengan teknologi digital multimedia di antaranya video maping, tetapi penataan dekorasinya khas pedesaan, dihias ikatan padi disekitar areal panggung.

Menurutnya,  pertunjukan wayang pare ini merupakan kali pertama yang diselenggarakan di kota Subang,  tentunya unik dan langka.  Karena, sebagian besar masyarakat wayang yang sering dipentaskan salah satunya wayang golek.

"Melalui kerjasama dengan Institut Seni Budaya Indonesia Bandung akhirnya acara yang unik dan langka ini bisa berjalan lancar. Dengan memadukan  budaya seni tradisi dan kemasan kekinian, " kata Zaini Alif.

Bersamaan dengan itu,  acara yang dimulai sekitar pukul 20.00 Wib malam itu para penonton dihibur dengan seni tutunggulan.

Dimana dimainkan  sejumlah ibu-ibu warga setempat,  yang mengenakan kebaya dan sampingnya yang menjadi ciri khas orang pedesaaan . Dilanjutkan dengan persembahan longser.

Dijelaskan Zaini,  pementasan yang menggunakan bahan dasar dari pare (Padi) ini telah menyajikan cerita sebuah asal usul padi itu sendiri.

"Dalam dialog bobodoran ini menjadi "jembatan" masuk ke tema utama cerita yang disampaikan melalui Wayang Pare, yaitu asal usul hadirnya padi di bumi," paparnya.

Ceritanya kata Zaini,  disampaikan cukup ringan, dibumbui guyonan yang sering digunakan anak muda, sehingga pesan yang disampaikan menjadi mudah dicerna oleh warga. Sebuah upaya dimana budaya tradisional yang tampilkan menjadi lebih kekinian , syarat dengan pesan nilai dan makna.

"Jadi pementasan wayang pare ini,   mudah dipahami,  makna dan isi yang tersirat kepada semua yang menontonnya, " katanya.

Ia juga mengungkapkan,  jika acara tersebut merupakan tugas akhir mahasiswa ISBI Bandung Septiana, yang dibimbing oleh dirinya selaku dosen.

"Memang ada yang berbeda,  biasanya pementasan tugas akhir dilaksanakan di kampus, tetapi kini mulai dilaksanakan diluar, langsung dipraktekan ditengah-tengah masyarakat. Dan dirasakan oleh masyarakat," Pungkasnya. (Galih Andika) ***

Ket. Gambar Dokumentasi Bapak Kaulinan Indonesia Dr M Zaini Alif

Lampu Satu

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama