Keren.. FDWS Deklarasikan Anti Hoax
Mendorong Kembali Budaya Permainan Anak Kearifan Lokal
SUBANG, - Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2017, Forum Diskusi Wartawan Subang (FDWS) mendeklarasikan Anti Hoax dan menggelar diskusi kebudayaan bertajuk " Ngarawat Budaya Keur Kamajuan Subang Nu Urang", Rabu Pagi (15/2), di Bale Kampung Bolang, Desa Wisata Kec. Tanjung Siang, Subang.
Deklarasi itupun digelar, sebagai bentuk penolakan wartawan yang berhimpun di FDWS, dari mulai media cetak, elektronik, media online, dan radio, terhadap semua pemberitaan bohong yang menyebar luas di media sosial saat ini.
Hadir pada kesempatan itu, Plt Bupati Subang H Imas Aryumningsih, Kadisdikbud H Suwarna Murdias, Bapak Kaulinan Budak Indonesia Doktor M Zaini Alif, Pulic relation Sariater Yuki Azuania, Camat Tanjung Siang, dan masyarakat desa Cibuluh.
Ketua FDWS Nanang Sutisna mengatakan, pada peringatan HPN tahun 2017 ini, selain bertujuan menjalin silaturahmi antar wartawan di Kabupaten Subang, bertujuan juga terhadap aksi penolakan banyak beredarnya berita hoax yang tengah membuat kegaduhan dinegara ini, dengan memposting berita-berita bohong dan tidak berimbang.
Menurutnya, dengan deklarasi anti hoax ini, tentunya FDWS sebagai tempat berhimpunnya wartawan yang bertugas sehari-hari dalam menyampaikan pemberitaan , bisa menangkal berita hoax tersebut.
Artinya, media mainstream yang bertugas di bidang kejurnalistikan juga mampu memberikan sajian berita yang berimbang dan menjalankan tugasnya sesuai kode etik jurnalistik yang ada.
" Sehingga banyaknya berita hoax saat ini, tetap akan kalah dengan banyaknya media mainstream yang memberitakan secara obyektif dan berimbang, " kata Nanang dalam sambutannya.
"Dan peran media mainstream ini, memposisikan sebagai mitra Pemerintah dalam mendukung dan mempublikasikan setiap program yang sedang dijalankan Pemerintah selama itu positif," ungkapnya.
Selain itu, dipilihnya tempat deklarasi hoax ini di Kampung Bolang Desa Wisata, FDWS ingin kembali mengangkat budaya kearifan lokal yang dimiliki oleh Kabupaten Subang salah satunya kaulinan budak tradisional yang mulai ditinggalkan oleh budaya permainan luar.
Sementara Plt Bupati H Imas Aryumningsih menggapi baik di peringatan HPN yang di gagas oleh FDWS ini, Ia mendorong pers Subang untuk dapat memberikan informasi yang akurat, berimbang, dan menjadi garda terdepan pengawal pembangunan serta pemersatu Subang, lantas menggarisbawahi perhatiannya terhadap berita dusta atau hoax yang ditengarai memicu perpecahan .
"Media juga diharapkan bisa membantu memberikan informasi dan pendidikan kepada publik atas informasi yang valid terutama untuk melawan hoax," kata Imas.
Terkait dengan pelestarian kaulinan budak di kampung bolang, Imaspun mengapresiasi dan media sebagai keran informasi bisa sangat membantu pengembangan desa wisata di Kabupaten Subang.
"Apalagi di Desa Cibuluh ini ada ciri khas yang unik, dimana mengenalkan lagi ragam kaulinan budak tradisional yang selama ini mulai ditinggalkan, " pungkas Imas.
Sebelumnya kedatangan Imas menuju lokasi acara ini, disambut meriah oleh kesenian dog - dog , yang dimainkan oleh anak-anak, dan tutunggulan yang dimainkan oleh ibu-ibu setempat. Dilanjutkan dengan dialaog, dengan tokoh kaulinan budak (Permainan anak) tradisional Doktor M Zaini Alif . Dan diakhiri penandatangan baligho anti hoax oleh Plt Bupati, Kadisdikbud, Camat, semua wartawan yang berhimpun di FDWS, dan masyarakat setempat.
Acara itu juga dimeriahkan oleh pasar talawengkar, sistem pembelian menggunakan media genteng yang dibeli dibank yang disediakan hanya dikampung bolang. Kemudian, adanya penampilan band kesenian, dan ragam media kaulinan budak. (R1/16)***
Ket. Gambar FDWS deklarasi anti hoax di Desa Wisata Cibuluh Rabu (15/2).