Disparpora Gelar Festival Kaulinan Budak
SUBANG, - Dalam rangka melestarikan nilai-nilai kearifan lokal serta mengembangkan asset budaya daerah, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang menggelar Festival Kaulinan Budak Baheula (Alimpaido) di Kecamatan Serang Panjang , Samping (Rm Ciawitali), Subang.
Kadisparpora H Hidayat SAg dalam kesempatan tersebut mengatakan, festival Alimpaido menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten Subang dalam rangka ikut membina ,melestarikan nilai-nilai tradisional. Pelaksanaan festival juga bagian dari upaya untuk memuliakan nilai-nilai kearifan lokal yang masih hidup dan berkembang di masyarakat.
”Seiring dengan derasnya arus informasi dan globalisasi yang tidak dapat kita hindari, maka perlu dilakukan penyeimbangan terhadap budaya yang datang dari luar,”katanya kepada Lampusatu. com disela-sela Acara.
Selain itu lanjut Hidayat, kegiatan festival yang diikuti oleh siswa SD dan perwakilan dari 7 kecamatan di wilayah Subang Selatan ini, juga dalam rangka memperkenalkan potensi wisata alam dan kuliner di Kabupaten Subang.
Sementara itu Kabid Kebudayaan Disbudparpora Subang, Yatin, S.Pd mengatakan, pada festival kali ini dipertandingkan 10 permainan , diantaranya egrang, engkle, perepet jengkol, gasing, bedil jepret, kelom batok, sorodot gaplok dan rorodaan.
Yatin menambahkan, kegiatan festival Alimpaido merupakan bentuk riil dari Pemkab Subang dalam mempertahankan budaya dan nilai-nilai budaya lokal dalam bentuk permainan tradisional.
“ Kegiatan festival ini juga akan rutin kami laksanakan setiap tahun,”katanya.
Selain memberikan penghargaan kepada pemenang permainan tradisional, pihak panitia juga akan memberikan penilaian kepada tim yang bertanding, yaitu peserta terkreatif, terunik, tertangguh, terkuat, ter-bodor, tersemangat, terberani, terkeren, terkasih, terhebat, teroptimis, terfavorit, terbaik, terheboh, tersportif, tersantun, ter-fairplay, tergesit, terlugu, terajin, termuda, dan tertua.
“Kategori-kategori ini untuk memacu peserta dalam bertanding. Tidak hanya untuk jadi juara, tapi juga penilaian kategori lain yang patut diperhitungkan," tegasnya.
Sementara menurut Tokoh masyarakat Serang Panjang H Rochimat mengaku bangga dan bersyukur atas adanya kegiatan seperti ini di Kabupaten Subang.
“Alhamdulillah Disparpora Kabupaten Subang menyelenggarakan alimpaido sebagai bentuk pelestarian kaulinan budak lembur yang hampir punah, kalah sama permainan seperti Play Station,” ungkapnya.
“Mudah-mudahan saja ke depan semakin banyak kegiatan-kegiatan pelestarian budaya sunda, khususnya budaya Subang yang diselenggarakan oleh Disparpora Subang, "pungkasnya.
Sebelumnya acara juga diawali dengan mempertontonkan sejumlah tarian tradisional dan aksi bela diri paguron silat. (R1/16)***
Ket. Gambar Kadisparpora H Hidayat SAg saat menjajal salah satu media kaulinan budak dengan Tokoh Masyarakat Serang Panjang H Rochimat