ads

» » Akademisi, Daeng Mamur : Tiga Hal yang Perlu di Perhatikan Bagi Industri Pariwisata

SUBANG, - Untuk mewujudkan keberlanjutan industri pariwisata yang maju  dalam menyumbang terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), suatu daerah setidaknya ada tiga hal yang diperhatikan serius.

Hal tersebut di ungkapkan Tokoh Akademisi Subang H Daeng M Mamur,  SE dalam sambutanya pada rakor Disparpora lintas SKPD dan Komunitas Pariwisara serta pengusaha di Sari Alam Hotel,  Ciater Subang Jawa Barat.

Menurut Daeng ketiga faktor itu meliputi,  pertama,  kesadaran bersama atau persamakan dulu presepsi seluruh stakeholder SKPD yang berkomitmen ingin memajukan industri pariwisata di Kabupaten Subang. Artinya,  para pimpinan inilah yang harus duduk bersama terlebih dahulu untuk merumuskan bagaimana pariwisata bisa berkembang pesat di Kabupaten Subang.

Karena berbicara Pariwisata ini tidak bisa kita cukup mengandalkan Dinas terkait,  misal Dinas Pariwisata sebagai pelaksana anggaran dan teknis dilapangan. Namun perlu sinergisitas yang baik Dinas yang lainnya . Baru kemudian, mengajak  kesadaran masyarakat siap tidak Subang menjadi kota wisata.

"Saya rasa itu yang pertama dulu perlu diperhatikan dalam mengkaji sebuah Industri pariwisata.Yaitu adanya kesamaan presepsi dan sinergisitas yang baik antara stakeholder di SKPD, " kata Daeng.

Yang faktor kedua kata Daeng,  baru berbicara masalah anggaran.  Berapa besar anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah untuk memajukan Pariwisata di Kabupaten Subang.

"Untuk itu bentuk dukungan keberpihakan Pemda juga jelas perlu dilakukan untuk memperbesar anggaran untuk sektor pariwisata. Saat ini kucuran dana promosi dan Pengembangan dari APBD untuk Pariwisata hanya berkutat di Rp. 4,5 Miliar. Angka segini mana cukup? ," ungkapnya.

Kemudian yang faktor terakhir,  ketiga,  kita rasanya perlu dulu memahami apa definisi dari kata potensi dan apa karakteristik potensi itu serta apa saja yang disebut potensi. 

Karena kata dia,  dari tahun ketahun sebelumnya kita hanya membahas mengenai potensi tetapi tidak pernah menjelaskan secara gamblang apa itu potensi. Apakah suatu daerah itu berpotensi Emas,  Perak,  Perunggu,  atau besi sekalipun.

"Jadi rasanya sebelum melangkah lebih jauh,  kita juga perlu mengetahui secara gamblang apa itu potensi yang dikaitkan dengan sebuah industri pariwisata, " paparnya.

Ditambahkan, Daeng,  menghadapi tahun 2017 tentunya kita memiliki skala prioritas untuk memajukan pariwisata Subang. Jangan lagi  mengaitkannya dengan Sariater,  karena namanya sudah mendunia dan sudah dikenal wisata mancanegara.

"Sekarang ini tinggal bagaimana caranya kita menciptakan daerah wisata baru yang bisa memiliki daya tarik wisatawan agar bisa di jual.  Karena kalau berbicara konsep pariwisata, jangan pernah sesekali kita membandingkannya ataupun memaksakann dengan Malang Batu,  Jawa Timur dan Bali.  Karena kita memiliki budaya yang berbeda dan karakteristik masyarakat yang berbeda. Untuk itu kita kedepankan industri pariwisata dengan menjaga kearifan lokalnya suatu obyek wisata tersebut, " pungkasnya.  (R1/16)****

Ket. Gambar Tokoh Akademisi Subang H Daeng M Mamur


Lampu Satu

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama