Gerakan Pungut Sampah dan Pemasangan Baligho Perda
SUBANG, - Tumpukan sampah yang menggunung beberpa bulan terakhir ini di sepanjang jalan Jalan cagak menuju tanjung siang dinilai merusak pemandangan hijaunya tanaman teh. Tak hanya itu bau busuk juga kerap menganggu para pengguna jalan .
Menyikapi hal tersebut, Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Subang yang diketuai Asep Saevata, Jumat Pagi (20/1), mengajak Disparpora Kabupaten Subang untuk melaksanakan gerakan pungut sampah dan pemasangan baligho berukuran besar 3 kali 1,5 Meter di sejumlah titik tempat yang di jadikan orang-orang tak bertanggung jawab untuk membuang sampah di sepanjang jalan Kecamatan Jalan Jagak, Subang.
Hadir Pada kesempatan itu Kadisparpora Subang Ahmad Sobari bersama rombongan Disparpora , Danramil Jalan Cagak, Camat Jalan Cagak, Camat Kasomalang, Puluhan pelajar SMK Pelita Nusa Desa Sarireja , Ormas, dan masyarakat setempat.
Ketua Kompepar Subang Asep Saevata yang akrab dipanggil Alam mengatakan, aksi gerakan masyarakat sadar lingkungan tersebut merupakan program kerja pertama kepengurusan Kompepar Subang setelah belum lama dilantik.
Menurut Alam, aksi bersih-bersih pungut sampah ini di jalur menuju zona desa wisata tentunya harus menjadi perhatian serius, karena termasuk dalam unsur sapta pesona yaitu menjaga kebersihan.
"Bayangkan jika ini dibiarkan begitu saja, selain dipandang tidak sedap oleh para wisatawan yang hendak berkunjung juga bau busuk yang menyengat menganggu para pengguna jalan . Jadi kami gerak aksi ini, " kata Alam.
Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan baligho peringatan Peraturan Daerah (Perda) , yang menjelaskan tentang pelarangan buang sampah di tempat umum hingga pemberlakuan denda bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan nilai Rp. 50 Juta.
"Dengan adanya pemasangan baligho, dengan begitu mudah-mudahan bisa ada efek jera bagi mereka pembuang sampah sembarangan, " jelasnya.
Tak hanya berhenti digerakan ini lanjut Alam, Kompepar juga dengan pemerintah setempat akan mencari solusi pembuatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang cukup strategis untuk bisa menampung sampah-sampah yang notabene lebih banyak kelihatan sampah dari para pedagang pasar di jalan cagak dan dibandingkan sampah rumah tangga.
"Kami juga akan mengupayakan segera membuat TPA kepada dinas terkait. Karena informasi yang didapat anggaran sudah dialokasikan, tinggal pelaksanaannya saja. Segera akan dikordinasikan dengan pihak Dinas terkait, " imbuhnya.
Sementara menurut Tokoh Masyarakat Desa Sarireja, yang juga pengurus Kompepar Tajudin sangat menyetujui dengan adanya rencana pembuatan TPA sebagai solusi menumpuknya sampah di beberapa tempat di sepanjang Jalan Cagak, tak terkecuali masuk ke Desa Sarireja.
Tajudin menyebut cukup sulit memonitor dan menjamin orang-orang tak bertanggung jawab untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan ditempat yang sama.
Karena aksi pungut sampah ini juga sebelumnya pernah dilakukan, tapi bertahan dengan waktu satu minggu sampah menggunung lagi.
"Langkah strategisnya ya diupayakan untuk pembuatan TPA. Agar manajemen pembuangan sampah bisa lebih baik. Dan mereka tidak buang sampah sembarangan lagi, " kata Tajudin.
Pantauan redaksi, dalam aksi tersebut sampah yang dikumpulkan diangkut sedikitnya oleh 2 mobil , dengan menggunakan mobil pinjaman dari Dinas Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Subang. Langsung di bawa ke TPA Panembong Kelurahan Parung, Kecamatan Subang. (R1/16)***
Ket. Gambar : Aksi Kompepar Pungut sampah di jalan Jalan Cagak Subang, Jumat Pagi (20/1).