Audiensi Pemkab - Tim WHO Konsen Tanggulangi Kusta
SUBANG,- Upaya menanggulangi penularan Penyakit kusta yang cukup tinggi di Kabupaten Subang selama 5 tahun terakhir ini, Pemkab Subang menggelar audiensi bersama Tim WHO Kementerian Kesehatan RI yakni Ambasador Leprosy Chairman WHO Goodwill Ambassador For Lefrosy , Jumat Pagi (16/12), di Ruang rapat Bupati Subang.
Dalam audiensi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Drs.H.Abdurakhman M.Si, melaporkan bahwa Kabupaten Subang merupakan daerah endemis tinggi dengan sumber penularan cukup tinggi penyakit Kusta. Masih banyak kusta yang terlambat untuk ditemukan secara dini sehingga terjadi kecacatan bagi pengidapnya.
Abdurakhman menyebut, selama kurun waktu 5 tahun terakhir menunjukkan angka penemuan kasus yang masih tinggi. Prevalensi Kusta masih di atas 1/10.000 penduduk, padahal seharusnya kasus baru pertahun kurang dari 1/10.000 penduduk.
Sementara beban akibat kecacatan Kusta, kata Abdurakhman, masih cukup tingggi. Selama ini penderita Cacaat tingkat 2 antara 10%-12% dari yang seharusnya 5% dari seluruh kasus kusta baru.
"Secara komulatif penderita cacat tingkat 2 ditemukan 91 kasus, begitu juga dengan penemuan kasus kusta pada anak berkisar 5-10% dari yang seharusnya kurang dari 5% dari jumlah seluruh kasus baru," kata Abdurakhman dalam menyampaikan laporannya saat kunjungan Chairman WHO Goodwill Ambassador For Lefrosy .
Keadaan ini terjadi bisa karena pengetahuan yang kurang, pengertian yang salah dan kepercayaan yang keliru tentang penyakit kusta serta kepedulian dan kesiapan petugas yang kurang responsif dalam deteksi penyakit kusta.
"Padahal berkat kemajuan tekhnologi pengobatan dengan multi drug treatment dan pemanfaatan teknologi komunikasi mutakhir seharusnya penyakit kusta. Sudah bisa diatasi dan tidak menjadi masalah kesehatan," pungkasnya.
Sementara menurut Chairman WHO Goodwiil Ambasador For Leprosy Mr.Yohei Sasakawa membenarkan hal tersebut, jika Kabupaten Subang memiliki endemik penyakit kusta yang cukup tinggi.
Maka dari itu , Pemkab Subang tentunya harus berjuang keras untuk mengeliminir jumlah penyakit kusta dan kedatangannya .
"Karena penyakit ini bisa dihilangkan dengan semangat dan kesadaran dini, dibutuhkan semangat dan upaya untuk mencegah penyakit kusta. Kami sangat mendukung upaya pemerintah indonesia dalam mengurangi penularan penyakit kusta," katanya.
Kementerian Kesehatan masih banyak memiliki keterbatasan Sumber Daya Manusia dan keterbatasan anggaran, dibutuhkan Komitmen Bersama untuk memberantas penularan penyakit kusta.
Selanjutnya sekretaris Dinas Kesehatan Dr.Hj.Dwinan Marchiawati Mars, memaparkan situasi kusta serta kegiatan pengendalian dan penanggulangan dalam upaya eliminasi kusta di kabupaten Subang hingga akhir tahun 2016 ini terus dilakukan.
Adapun Kegiatan intensifikasi Case fainding (ICF) sasarannya pada 18 puskesmas di 75 Desa 150 lokasi Se-Kabupaten Subang. Antara lain berupa pengobatan MDT sampai RFT, deteksi dini adanya reaksi dengan pemeriksaan fungsi syaraf secara rutin, dilanjutkan penatalaksanaan reaksi.
"Kegiatan penyuluhan ini mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan dan pengendalian penyakit kusta, mengajarkan dan memotivasi untuk melakukan perawatan diri. Serta didukung alat bantu untuk mencegah bertambahnya kecacatan," pungkasnya. (R1/16)***
Ket. Gambar Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Drs.H.Abdurakhman M.Si, didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, H.Sumasna S.T M.Mum, memberikan pelekat Tim WHO Kementerian Kesehatan RI yakni Ambasador Leprosy Chairman WHO Goodwill Ambassador For Lefrosy , Jumat Pagi (16/12), di Ruang rapat Bupati Subang.