ads

» » Waduh... Warga Sampih Hadang Truck Pembawa Pasir

SUBANG, - Dianggap merusak akses jalan,  puluhan aksi massa warga yang didominasi perempuan ini nekad menghadang sejumlah kendaraan truck pasir operasional yang hendak melintas ke perkampungan mereka .

Aksi massa ini bentuk protes rusaknya jalan didaerahnya,  dampak dari keluar masuknya truck membawa material pasir dari Galian C di Desa Jambelaer Kecamatan Subang,  yang hampir setiap hari melakukan operasional. 

Bahkan informasi yang dihimpun,  aksi  massa ini kerap beberapa kali dilakukan. Namun kenyataannya tidak pernah digubris oleh pihak pelaksana penggalian bahkan pemerintah setempat. 

Selain menghadang,  aksi massa inipun berorasi secara bergantian dan membentangkan sejumlah banner penolakan kelanjutan galian C 

"Kami warga Cisampih menolak keras adanya galian C. Alam Geus Ditincak, jalan diacak-acak, hirup ge teu nyaman. Naha urang cukup ku Cicing ? Tutup Galian C!!!," kata Salah satu warga setempat saat melakukan orasi membacakan tulisan yang ada di banner yang dibuatnya. 

Sementara salah seorang Netizen Journalism Budiana Y  menyesalkan sikap para pejabat Subang yang telah melakukan pembiaran terkait banyaknya galian C saat ini. 

Padahal masalah aksi protes ini sudah dilakukan beberapa kali,  namun aksi protes ini dalam jumlah kuantitas lebih banyak. 

"Saya dan ribuan warga Dawuan Kaler - Jambelaer menderita karena jalanan yang sudah tak layak di sebut jalan. Segelintir orang menjadi kaya raya, sementara kami harus menderita. Pemkab Subang (Bupati dan DPRD) ??? halow apakabar.... ,"kata Budiana

Seperti diketahui,  tiga galian pasir berijin di Desa Jambelaer tersebut, jalanan di jalur yang berada di lima desa yakni Dawuan Kaler, Dawuan Kidul, Cisampih dan Jambelaer dan Margasari rusak parah karena dilintasi truk.

Informasi yang dihimpun, untuk pembenahan jalan umum itu, pihak pengusah Galian hanya melakukan tambal sulam yang tidak bertahan lama. 

Sementara itu Plt Bupati Subang Imas Aryumningsih sebelumnya sudah memanggil Camat Dawuan.

Dari pertemuan itu, Imas mengungkapkan rencana untuk membuat aturan CSR bagi pengusaha galian pasir agar ikut serta membantu pembangunan jalan.

" Sehingga, ke depan selain dari anggaran pemkab, pengusaha wajib ikut serta dalam perbaikan jalan raya," pungkasnya, " pungkasnya.  (Lih) 

Ket. Gambar Nitizen yang mengekspose situasi aksi massa perempuan saat melakukan penghadangan truck pasir.

Lampu Satu

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama